Search This Blog

Friday, December 29, 2017

Sinopsis I'm Not A Robot Episode 3




Setelah keluar dari rumah Min Kyu, Ssanip dan Hoktail buru-buru masuk ke belakang mobil. Di dalam ternyata banyak alat-alat canggih.


"Sinyal tidak stabil." Kata Ssanip.

"Ini adalah tim alpha. Kita berada dalam posisi." Hoktal memberi tahu Baek Gyoon. "Saya mengirim sinyal internet nirkabel." Komputer Baek Gyoon mulai terhubung. Baek Gyoon menyuruh mereka semua bersiap.


Min Kyu mendatangi Aji 3 yang tidak lain adalah Ji A yang sedang menyamar.



Min Kyu menatap Aji 3 dan kemudian menyapanya. "Hai, Aji 3."

"Aku mencintaimu..." Ji A perlahan-lahan membuka matanya. "Apa yang bisa kubantu tuan...Ya ampun!" Teriak Ji A terkejut sampai mundur ke belakang, ketika melihat Min Kyu yang berdiri di depannya.



Min Kyu juga tidak kalah terkejut melihat reaksi Aji 3 alias Ji A. Saking terkejutnya dia sampai mundur ke belakang.


"Apa yang terjadi?" Tanya Baek Gyoon
bingung.

"Senior Pai." Panggil Ssanip seperti mau menangis.

"Bukan aku." Kata Pai

"Oh my god!" Seru Baek Gyoon seperti menyadari sesuatu saat dia melihat di layar.


Scene berganti ke Ji A yang kebingungan. "Apa ini seperti yang kupikirkan? Kenapa dia ada disini? Lalu aku di rumahnya?" Tanya Ji A dalam hati terkejut. "Tunggu, apa yang baru saja ku katakan tadi?" Ji A memejamkan matanya, menyadari kalau dia sudah membuat kesalahan besar. "Apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah dia tahu?"


Min Kyu menatap Ji A curiga. Kemudian dia menelepon Baek Gyoon.


"Katakan padanya aku sudah mati." Baek Gyoon menyerahkan hpnya pada Pai. "Katakan padanya aku telah menghilang."

"Baik." Pai mengambil hp Baek Gyoon.

"Tidak, jangan." Kata Baek Gyoon tiba-tiba mengambil hpnya kembali. "Ya Direktur Kim."

"Alih-alih mengatakan Aku mencintaimu, robot ini hanya mengatakan ya ampun. Kata Min Kyu. "Apakah dia menyumpahiku?"

"Eh.." Baek Gyoon berusaha mencari alasan yang tepat.

Pai tiba-tiba mendapatkan sebuah ide. Dia menulis sesuatu di kertas dan memperlihatkannya pada Baek Gyoon.

"Dia ada di mode teman. Ya itu benar." Kata Baek Gyoon.

"Mode teman?" Tanya Min Kyu.

"Aji 3 memiliki mode operasi dan mode teman." Baek Gyoon menjelaskan. "Sepertinya kesalahan kecil membuat mode teman Aji 3 tiba-tiba beroperasi. "Dan dia mempelajari beberapa kata umpatan dari beberapa peneliti saat mereka memasangkan mode teman padanya. Ada tombol power di belakang lehernya. Kamu harus mencobanya. Reboot dia dan dia akan kembali ke mode operasi."

Min Kyu mengakhiri pembicaraan mereka. Dia berguman pada Aji 3 kalau robot itu berani sekali ingin menjadi temannya. Sementara itu Ji A berpikir apa dia harus memukul Min Kyu dan mengakhiri pekerjaan ini. Demi 10.000 dolar Ji A akhirnya memilih bertahan.

Min Kyu mendekati Ji A dan menekan tombol power di belakang leher Ji A. Ji A berpura-pura memejamkan mata sambil berpikir dia akan menjalani pekerjaan ini hingga selesai setelah itu dia akan membunuh Baek Gyoon.

"Hai Aji 3." Min Kyu mencoba menyapa lagi.

"Aku mencintaimu tuan. Apa yang bisa ku bantu?" Tanya Ji A tanpa senyum. Min Kyu berpikir rebootnya bekerja.

Tapi sekarang Min Kyu jadi berpikir kalau Aji 3 tidak seperti robot AI. Aji 3 lebih mirip robot rumah tangga pada umumnya. Dia bertanya pada Ji A bagaimana Ji A membuktikan sekarang kalau dia adalah robot AI.

Aji 3 yang asli menjawab dari tempatnya, "Bagaimana anda bisa membuktikan kalau anda adalah manusia?" Ji A mengikuti kata-kata Aji 3. Min Kyu merasa itu adalah jawaban yang bagus. Dia menulis sesuatu pada board yang di bawahnya dari tadi. Min Kyu memberi Ji A poin minus karena kesalahan di awal tadi.

Ji A menarik napas lega karena Min Kyu hanya memberinya nilai minus. Dia tidak curiga sama sekali kalau Aji 3 dihadapannya adalah manusia. Ssanip pun tidak percaya Min Kyu tidak curiga sama sekali.

"Ssanip, dia sudah melihat sosok sebenarnya dari Aji 3. Jadi dia mungkin bahkan tidak bisa membayangkan bahwa apa yang di depannya adalah manusia. Dia tidak bisa melihat kebenaran karena dia terlalu yakin pada dirinya sendiri." Jelas Baek Gyoon.

"Kau berbicara tentang eksperimen gorilla invisible?" Tanya Hoktal. Baek Gyoon mengganguk.

Tiba-tiba Pai memberitahu Baek Gyoon kalau ada kesalahan pemasukan di layar atas. Baek Gyoon tidak merasa heran karena dari awal Ji A tidak mengikuti instruksi yang seharusnya. Aji 3 sudah bingung sejak saat itu. Baek Gyoon menyuruh Pai menetapkan jawaban Ji A sebagai nilai yang lebih disukai.

"Sekarang tidak akan terlalu sulit untuknya untuk lulus ujian." Kata Baek Gyoon.

Ssanip dan Hoktal merasa senang karena misi ini akan berhasil. Bahkan Hoktal sampai membuat lelucon berharap listrik tidak padam. Setelah Hoktal berkata begitu tiba-tiba listrik benar-benar padam.



Penglihatan Ji A kembali menjadi normal. "Apa yang sedang terjadi? Kenapa ini tidak bekerja?" Ji A mencoba menutup mata dengan tangannya dan mengangkatnya lagi. Tapi tetap tidak ada yang berubah. "Kenapa? Kenapa?" Pikirnya panik.

Min Kyu menghampirinya. "Aji 3 mulai saat ini aku akan menguji perangkat kerasmu.

Apa? Apa aku harus menjawab pertanyaannya sendiri? Astaga, apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kukatakan? Pikir Ji A panik. Ji A berusaha untuk tenang. Dia kemudian tersenyum dan menjawab, "Baik tuan."

"Duduk." Perintah Min Kyu

Ji A melihat Min Kyu bingung, kemudian pelan-pelan menekukan kakinya canggung. "Berdiri." Perintah Min Kyu lagi. Ji A berdiri. "Angkat kaki kananmu." Ji A mengangkat kakinya. "Angkat kaki kanan dan tangan kirimu."



"Angkat tangan kirimu dua kali dan angkat kembali." Ji A mengikuti perintah Min Kyu. yang semakin cepat. Dia sudah seperti menari sekarang.


Min Kyu menatap Ji A penuh dengan penilaian. Tatapan Min Kyu membuat Ji A bertanya-tanya apa dia melakukan kesalahan yang membuatnya bakal ketahuan.

"Kamu.." Min Kyu akhirnya mengeluarkan suara. Ji A memandangnya cemas. "Tetap mengecewakan. Minus 2 poin. Bukannya sedih karena dikurangin 2 poin, Ji A malah bernapas lega.


Di lab, Pai sedang membetulkan listrik sambil ditemani Baek Gyoon. Dia berusaha menenangkan Baek Gyoon kalau Ji A pasti bisa melewati ujiannya, karena Ji A terlihat seperti wanita yang ulet. Tapi Baek Gyoon meragukan itu. "Nasib kita sekarang ada di tangan wanita yang memiliki iq 94." Kata Baek Gyoon.

Balik lagi ke Min Kyu yang sekarang ingin menguji kognitif dan kemampuan memecahkan masalah Ji A, hanya dengan satu tugas.

"Pertama selesaikan masalah kalkulus ini." Min Kyu menunjuk sebuah tab. "Lalu kalikan jumlah total masing-masing buah. Terus cari tahu berapa banyak bahan yang digunakan untuk membuat pasta itu." Sekarang Min Kyu menunjuk sepiring pasta.


"Kemudian tambahkan semua hasil setiap pertanyaan dan bagilah dengan 3." Lanjut Min Kyu. Bila kau memiliki jawabannya, bacalah ke seluruh nomor terdekat. Itu akan menjadi kode kuncinya. Aku ingin kau mencari tahu apa yang ada di kotak itu."

Ji A meringis mendengar tugas ini. Min Kyu hanya memberikan waktu 3 menit. Jika lewat, Ji A akan mendapatkan minus setiap detiknya. Min Kyu mulai menghitung dengan stopwatchnya.

Ji A mengulum bibirnya. Dia berpikir apa yang harus dilakukannya. Kemudian dia seperti melakukan pemanasan, dan berjalan mendekati kotak yang harus ditebak Ji A isinya, dengan melakukan hitungan-hitungan rumit terlebih dahulu.



Bukannya melakukan hitungan, Ji A malah berteriak dengan kencang sambil mengayunkan tangannya ke atas kotak. "Brakk!" Tutup kotaknya terbuka.


Min Kyu terkejut bukan main.



Ji A mengambil isi di dalam kotak itu sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia memperlihatkan telur di tangannya pada Min Kyu.



Min Kyu memperhatikan stopwatchnya. Ji A menyelesaikan tugasnya tidak sampai satu menit. Min Kyu berpikir bagaimana mungkin seorang robot memiliki kemampuan menyelesaikan masalah seperti Nicolaus Copernicus. Dia tidak percaya ini.

Tugas yang kedua, Min Kyu mau Ji A mengupas telur di tangannya dalam waktu 10 detik tanpa menggunakan alat apapun. Sebelum Min Kyu menyelesaikan ucapannya, Ji A memukulkan telur ke kepalanya lalu mengupasnya. Min Kyu benar-benar tidak mempercayainya. Dia berteriak sambil mencengkram rambutnya, membuat Ji A terkejut.


"Aku tidak tahu robot ini akan menjadi cerdas dan sekreatif ini." Kata Min Kyu sambil tertawa.

Bukannya senang dipuji pintar oleh Min Kyu, Ji A malah merasa sedih. Masalahnya ini pertama kali ada orang yang memujinya pintar, tapi kenapa dia harus mendengarnya dari orang yang dianggapnya gila ini.

Di mobil, Hoktal sangat penasaran dengan keadaan Ji A dan Min Kyu. Ssanip berpendapat kalau Ji A sudah ketahuan pasti Min Kyu sudah mengusirnya keluar. Dia melihat jam tangannya dan masih ada satu jam lagi. Dia menyuruh Ji A bertahan karena itu satu-satunya cara untuk melunasi kartu kreditnya.

"Aji pasti sudah berhasil, tapi kita berbicara tentang Ji A." Kata Hoktal.

Scene kembali ke Min Kyu dan Ji A. Min Kyu akan berbicara dalam bahasa inggris sekarang dan Ji A harus menjawabnya dalam bahasa perancis.

Ji A tidak merespon Min Kyu.

"Kenapa kau tidak menjawabnya?" Tanya Min Kyu.

Ji A teringat apa yang diajarkan Baek Gyoon padanya kalau Min Kyu menyinggung tentang bahasa asing. "Saat ini ada kesalahan dalam fungsi bahasa asing saya. Silahkan coba lagi setelah anda memperbaiki kesalahannya." Jawab Ji A sambil tersenyum

Min Kyu mendengus. "Kau terlihat baik-baik saja sekarang. Apalagi masalahnya? Baik, aku akan menguji kemampuan internetmu. Aji 3 beritahu saya nomor urut dari action figure itu."


"Jika kamu menjawab lebih dari 10 detik aku akan..."

"No serinya adalah NC-674865." Potong Ji A. "MGG Games merilis game baru mereka di seluruh dunia pada saat bersamaan. Mereka juga termasuk tokoh edisi terbatas, dan hanya ada 50 yang dirilis di Korea dua hari yang lalu." Ji A menjelaskan dengan sangat antusias sambil berpikir dia sudah banyak mendapatkan action figure langkah itu.

Min Kyu memuji pencarian internet Ji A sangat mengesankan, dan dia menambahkan 5 poin.

Tapi kamu berani melarikan diri tanpa membayarku, pikir Ji A sambil menatap Min Kyu geram. Tiba-tiba Min Kyu mengangkat wajahnya. Cepat-cepat Ji A merubah ekspresi wajahnya. Min Kyu menatap Ji A curiga. Dia merasa ada yang aneh dari Aji 3 saat ini.

Apa? Apa itu? Apa yang salah? Pikir Ji A.

"Oh, aku mengerti sekarang." Kata Min Kyu. "Aku menemukan apa yang salah sekarang." Mata Min Kyu melihat ke arah dada Ji A.


Min Kyu mendekati Ji A. "Payudaramu lebih besar dari kemarin." Ji A berjalan mundur berusaha menjauh dari Min Kyu. "Tunggu sebentar apakah karena akarnya sedang berkembang?" Tanya Min Kyu pada dirinya sendiri. "Biarkan aku membukanya."

Apa yang kamu lihat? Tanya Ji A dalam hati sambil menghindari Min Kyu.

"Diam, aku perlu mengeceknya." Perintah Min Kyu.

Apa yang akan dia periksa. Apa dia orang gila atau apa? Pikir Ji A


Saat bersamaan listrik menyala di lab yang otomatis mobil tempat Ssanip dan Hoktal berada juga menyala. Ssanip dan Hoktal langsung cepat-cepat melihat layar. Baru melihat layar mereka sudah disuguhi suara makian Ji A pada Min Kyu.




"Hei, kau pasti gila. Kau kacang dikupas dengan minyak wijen. Kau cukup tampan untuk makan hati rubah. Apa kau bintang yang sedang naik daun dari dunia sesat psikotik? Otakmu hilang di suatu tempat di Andromeda? Haruskah aku mendapatkannya kembali untukmu? Apa kau ingin aku membantumu melihat bagaimana rasanya pergi ke bawah Grand Canyon? Apa kau anak seorang penyihir berengsek?"


Tim Santa Maria syok melihat ulah Ji A. Baek Gyoon langsung jatuh berlutut, Pai menjatuhkan barang yang dipegangnya, Ssanip dan Hoktal mengeluarkan kembali minuman yang diminumnya dari mulut.

Min Kyu juga terlihat terkejut tapi tidak tampak marah. Dia menelepon Baek Gyoon. Saat Min Kyu menelepon, Ji A berpikir kalau dia sudah ketahuan sekarang. Tidak masuk akal kalau Min Kyu tidak tahu kalau dirinya bukan robot setelah apa yang terjadi. Tapi ternyata Min Kyu memang tidak menyadarinya. Dia malah berpikir kalau Baek Gyoon telah menipunya dengan menggunakan baterai murah pada Aji 3 hahaha...

Ji A menganggap Min Kyu benar-benar idiot sekarang. Min Kyu bahkan senang di marahi oleh robot. Dia merasa sensasi yang berbeda dan menggangapnya suatu kreativitas.

Tidak lama kemudian asisten Min Kyu menelepon. Min Kyu memanggilnya Pak Jo. Pak Jo ini ingin memberitahu tentang audit kepala kontribusi sosial yang ternyata telah menggelapkan dana proyek selama tiga tahun terakhir. Min Kyu dengan santai menyuruh asistennya untuk mendapatkan surat pengunduran diri dari kepala kontribusi sosial itu. Kalau dia tidak mau menggundurkan diri, perusahaan akan menuntutnya. Terus Min Kyu juga punya orang lain yang ingin dia tuntut, si pencuri kalung yang tidak lain adalah Ji A. Dia akan mencari buktinya, dan Pak Jo harus menyiapkan surat-suratnya.



Sewaktu Min Kyu membicarakan tentang pencuri kalung, Ji A mendengarnya. Saat itu sebenarnya Ji A sedang berbicara dengan Baek Gyoon. Baek Gyoon menyuruhnya untuk mengikuti apa yang dikatakan olah Aji 3, karena Ji A cuma avatar. Baek Gyoon benar-benar kesal dengan Ji A.

Ji A merasa situasi yang dihadapinya sekarang benar-benar gila. Min Kyu benar-benar bertekad memenjarakannya. Padahal dia merasa tidak mengambil kalung Min Kyu.

Tiba-tiba Min Kyu memanggil nama Aji 3. Ji A membalikan badan dengan canggung. Min Kyu sekarang ingin mentest moralnya. Dia memberi contoh tentang seorang pencuri yang telah memberinya barang rusak, dan mencuri kalungnya. Haruskah dia mengirim orang itu ke penjara? Atau menyuruh pencuri itu mengembalikan kalungnya dan memaafkan dia?

Dari Lab, Aji 3 memilih pilihan yang pertama dengan tujuan untuk membuat jera si pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tentu saja Ji A tidak akan menjawab demikian. Dia menyuruh Min Kyu untuk menyelidikinya terlebih dahulu apakah ada kesalahpahaman atau tidak. Jangan sampai dia mengorbankan orang yang tidak berdosa.

Min Kyu tidak suka dengan jawaban Ji A. Dia merasa Ji A memihak pencuri itu daripada dirinya, tuannya sendiri. Dia menyuruh Ji A untuk memihak dirinya. Aji 3 yang asli langsung menjawab kalau dia akan selalu berada di pihak Min Kyu. Lagi-lagi Ji A tidak mengikuti Aji 3. Ji A bilang pada Min Kyu kalau dia juga bisa salah.

Min Kyu semakin kesal pada Ji A. Ji A menggangap dirinya tuannya, tapi ucapan Ji A selalu membuatnya kesal. Dia benar-benar tidak suka ini. Tanpa ragu, Min Kyu langsung mengurangi 20 poin dari nilai Ji A Setelah mengurangi nilai Ji A, Min Kyu langsung menegak banyak obat dari tangannya.

Ji A merasa apa yang dikatakannya benar, dan dia merasa kesal. Tiba-tiba Min Kyu tersedak. Obat yang di minum tersangkut di tenggorokan. Min Kyu panik dan menabrak-nabrakan punggungnya ke kulkas. Ji A melihatnya bingung.



Cara yang dilakukan Min Kyu tidak berhasil. Dia terjatuh ke lantai. Sadar Min Kyu dalam bahaya, Ji A langsung berlari menghampiri Min Kyu. Baek Gyoon bertanya apa yang dilakukan Ji A, Aji 3 tidak bisa berlari. Ji A tidak mempedulikan Baek Gyoon. Dia tetap berlari menghampiri Min Kyu. Ji A memukul punggung Min Kyu dengan keras sampai obat yang tersangkut keluar dari mulut Min Kyu.



Ji A mengelus-elus pundak Min Kyu, dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Min Kyu menoleh ke arah Ji A. Dia bertanya apa yang Ji A telah lakukan padanya tadi, agak ketakutan. Aji 3 berusaha mendetect emosi Min Kyu. Marah? Senang? Tidak ada yang cocok. Kemudian tertulis keterangan kalau subyek mempelajari hal yang baru.

Agar Min Kyu tidak curiga, Ji A beralasan tadi dia mendapatkan data kalau Min Kyu sedang dalam bahaya, berdasarkan ekspresi wajah Min Kyu. Jika Min Kyu bisa melatihnya dengan baik, dia akan bisa melakukan banyak hal untuk Min Kyu.

Min Kyu memandang Ji A lama. Tiba-tiba dia mengangkat jari telunjuknya ke arah Ji A. Jika sebelumnya Aji 3 meresponnya dengan adegan ET di episode pertama, Ji A malah mendekap tangan Min Kyu sambil tersenyum. Min Kyu menatapnya dengan ekspresi yang tidak dapat digambarkan kata-kata.


Setelah Ji A selesai dengan tugasnya dan kembali ke lab, Tim Santa Maria menonton kembali apa yang dilakukan Ji A sewaktu mati lampu. Baek Gyoon tidak senang melihat video itu. Dia kemudian menegur Ji A yang sedang makan mie cup. Dia merasa Ji A telah mengacaukan segalanya, dan sekarang wanita itu masih bisa makan dengan lahap.

Ji A membela diri kalau dia tidak ketahuan. Dia bisa melewatinya dengan baik. Baek Gyoon tidak mau menerima pembelaan di ri Ji A. Dia tetap menggangap kalau Ji A telah membuat kekacauan besar. Dia bertanya apa yang ada dipikiran Ji A. Kenapa dia tidak pernah berpikir konsekuensinya sebelum bertindak.

Kata-kata Baek Gyoon membuat Ji A teringat kejadian masa lampau, ketika dia masih berpenampilan seperti Aji 3. Waktu itu dia melakukan kesalahan di kantor Baek Gyoon, dan Baek Gyoon memarahinya untuk berpikir dulu sebelum bertindak, di depan semuaa orang.



Ji A merasa terluka dan marah, tapi dia berusaha tegar di depan Baek Gyoon. Dia berkata kalau mereka bertemu lagi, dia akan membelikan semuanya minuman. Kemudian dia pergi tanpa menghabiskan mienya. Tapi sebelum dia benar-benar pergi, dia menyuruh Baek Gyoon mengganti wajah Aji 3 dengan ekspresi dingin. Baek Gyoon menjawab dengan kesal kalau dia akan segera menggantinya. Baek Gyoon merasa dia pasti telah kehilangan akal karena menggunakan wajah Ji A untuk Aji 3. Ji A membalas ucapan Baek Gyoon dengan membanting pintu lab di depan wajah Baek Gyoon sebelum dia menghilang.

Dalam perjalanan pulang dengan motornya, Ji A meyakinkan dirinya kalau itu sudah masa lalu, dan apa yang mereka lakukan sekarang hanya bisnis. Sementara itu di ruangannya, Baek Gyoon juga masih merasa kesal karena Ji A selalu membuatnya gusar terus pergi begitu saja. Bagaimana sifatnya tidak bisa berubah sama sekali?

Gantian Baek Gyoon yang mengingat masa lalu waktu diputusin Ji A.




Habis ngajak putus tiba-tiba, Ji A langsung pergi begitu saja meninggalkan Baek Gyoon yang terkejut. Baek Gyoon menghela napas, "Persis sama. Dia tidak berubah."




Hwang Yoo chul menyambut Martin yang datang dari jauh untuk kontrak Daeyang Shipbuilding.

"Kontrak sudah siap. Anda bisa beristirahat malam ini." Kata Yoo Chul. Martin tampak puas mendengarnya.

Hp Yoo Chul berbunyi. "Permisi sebentar."



Ternyata Min Kyu yang menelepon.

"Penjuslan tim riset Daeyang Shipbuilding dibatalkan." Kata Min Kyu. "Kami tidak bisa menjualnya dengan harga yang ditawarkan gold grup."

"Apa maksudmu? Tanya Yoo Chul kesal. "Kami akan menandatangani kontrak besok."

Min Kyu tertawa kecil. "Aku menyerahkan penjualan Daeyang Shipbuilding sepenuhnya padamu. Tapi aku rasa kau belum cukup baik untuk pekerjaan semacam itu.

"Kim Min Kyu.." Kata Yoo Chul kesal

Kim Min Kyu hanya tertawa seraya memutuskan pembicaraan mereka.

Martin bertanya dengan cemas apakah ada yang salah. Yoo Chul menggeleng dan tersenyum.


Ji A mengajak kakak ipar dan keponakannya makan di restoran. Dia memperkenalkan berbagai jenis daging sapi yang sedang di panggang kepada mereka. Ji A juga mengajarkan bagaimana cara memakannya. Sepertinya ini pertama kali untuk Kakak ipar dan keponakan Ji A makan di restoran seperti ini.


Ji A memberikan suapan pertama pada keponakannya.


Keponakan Ji A memberi dua jempol untuk dagingnya. Ji A senang melihat respon keponakannya.


Kakak Ipar Ji A merasa tidak enak di traktir oleh Ji A di restoran.

"Ini bukan untukmu." Kata Ji A. "Ini untuk keponakanku dan keponakan yang ada di perut."

"Terima kasih." Kata kakak ipar Ji A tersenyum. "Aku minta maaf soal kemarin."

"Akulah yang harus berterima kasih." Kata Ji A. "Aku juga sudah melunasi pinjamanku."

"Darimana kau dapat uangnya?" Tatnya kakak ipar Ji A terkejut.

"Aku tiba-tiba mendapatkan duitnya entah darimana, dengan cara yang tidak menyenangkan." Jawab Ji A.

"Bagaimana?" Tanya Kakak Ipar Ji A. "Aku juga menginginkannya."

Ji A tertawa.

"Ngomong-ngomong apa ini punya mu?" Kakak Ipar Ji A mengeluarkan sesuatu dari tasnya. "Saat mencuci baju, aku menemukannya di saku bajumu."




Ji A terkejut melihat kalung yang di pegang kakak iparnya. Dia mengambil kalung itu dengan cepat sambil berteriak kalau itu kalungnya. Ternyata nemang dia yang mengambil kalungnya. Dia merasa benar-benar mempermalukan dirinya di depan Min Kyu sekarang.


Min Kyu masih merasakan saat Ji A memegang tangannya. Dia kemudian tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.

Tiba-tiba teleponnya berbunyi.


"Dia pasti takut aku menuntutnya." Kata Min Kyu ketika melihat pesan dari Ji A.


Ji A mengirimi sebuah video ke Min Kyu. Di dalam video itu terlihat kalung Min Kyu yang diletakkan di meja dengan palu diatasnya. Ji A hendak menghancurkan kalung itu.


"A-pa!?" Min Kyu tampak terkejut sekaligus marah.



Ternyata Ji A membuat video itu di mini market. Dia meletakan kalung Min Kyu di atas bubble warp dan membungkusnya dengan hati-hati. Kemudian dia memasukannya ke dalam kotak kardus kecil.


Min Kyu menelepon.

"Aku akan mengembalikan kalung itu tanpa merusaknya, jika kamu mau meminta maaf." Kata Ji A.

"Apa? Minta Maaf?" Tanya Min Kyu.

"Kamu menuduhku sebagai penjahat, dan memukulku. Itu tidak adil. Jadi kau pantas meminta maaf."

"Kau bercandakan?" Tanya Min Kyu merasa lucu.

"Jika kau tidak minta maaf, aku tidak akan mengembalikannya." Ancam Ji A


"Kenapa kau tidak meminta uang saja? Mungkin aku akan mempertimbangkannya." Tanya Min Kyu kesal. "Kau telah berbohong soal kalung itu. Sekarang kau memintaku untuk meminta maaf ? Omong kosong. Kalung itu, hancurkan saja jika kau berani. Tapi ingat ini, aku akan menemukanmu dan membuatmu membayarnya. Hidupmu pasti akan hancur. Jadi coba sajaa!!"

"Yaa." Ji A berteriak. "Dengar dasar bodoh! Apa kau yakin punya otak di dalam kepalamu?"

"Apa katamu?"

"Kenapa kau tidak percaya padaku? Kenapa kau mendistorsi kebenaran? Punggungku sakit gara-gara kamu. Jika aku membutuhkan uang, aku sudah memintamu untuk membayar biaya pengobatannya. Aku bilang tidak menggambil kalungmu, karena aku tidak ingat telah menggambilnya. Sekarang setelah aku menemukannya, aku langsung menelepon untuk mengembalikannya padamu. Kau tidak punya teman kan? Ini pasti sudah jelas."

"Kau benar, aku tidak punya seseorang dalam hidupku. Aku lebih memilih bersama robot daripada berada di dekat seseorang sepertimu." Kata Min Kyu marah.

"Apa yang membuat robot itu lebih baik dariku?" Tanya Ji A kesal.

Min Kyu terkejut mendengar pertanyaan Ji A. Menyadari telah melakukan kesalahan, Ji A buru-buru merubah topik pembicaraan. Dia akan mengirimkan kalungnya pada Min Kyu, jadi Min Kyu harus memberikan alamat rumahnya. Jika tidak dia akan membuang kalung itu.

Ji A langsung memutuskan pembicaraan.

"Membuangnya?" Terdengar suara telepon terputus. "Halo? Hei! Hei! Kau benar-benar gila!" Teriak Min Kyu.




Ji A mencoba lampu hatinya. Saat dia menyentuh salah satu dari mereka, lampu yang satu lagi menyala. Ji A berteriak dengan senang.

"Aku mengorbankan jiwaku untuk membuat ini." Kata Ajjushi.

"Terima kasih banyak. Anda sungguh jenius." Kata Ji A sungguh-sungguh. "Sekarang yang kubutuhkan adalah presentasi yang bagus. Kuharap KM.Financial memilihku."


Sambil makan buah, Min Kyu teringat ketika dia tersedak obat dan Ji A menolongnya. "Apa? Robot menyelamatkanku?"

Min Kyu menggaruk punggungnya dengan alat. "Kurasa dia berguna di satu sisi."

Min Kyu membayangkan Ji A menggaruk punggungnya.



Min Kyu membayangkan Ji A membersihkan rumahnya.


Min Kyu membayangkan Ji A sedang memasak. "Jika tuan bisa melatihku dengan baik, aku akan bisa melakukan banyak hal untuk tuan." Kata Ji A dalam bayangan Min Kyu.


Min Kyu menjentikan jari. "Benar inilah robot yang kubutuhkan."

Bersambung ke sinopsis I'm not A Robot episode 4.

Penulis: sinopsis-dramaasia

Terima kasih telah membaca sinopsis ini. Jika ingin mengcopy paste tulisan ini tolong cantumkan link/sumbernya untuk menghargai jerih payah penulisnya. Komentarmu sangat berarti untuk kelanjutan blog sinopsis-dramaasia ini. Boleh request sinopsis juga lho. Request paling banyak nanti akan penulis buat sinopsisnya ^^

No comments:

Post a Comment