Bagian dada Aji 3 terbuka. Sebuah baterai terpasang di sana.
Kim Min Kyu mendekati Aji 3 dan memukul pelan bagian pinggang Aji 3. Terdengar suara logam. "Kau robot?" Guman Min Kyu takjub sekaligus masih tidak percaya. Kemudian Min Kyu melepas sarung tangannya. Dia hendak menyentuh Aji 3 dengan telunjuknya.
Mesin informasi Aji 3 medeteksi apa yang dilakukan Min Kyu seperti di film ET.
Aji 3 bertindak sesuai informasi yang di dapatkannya. Dia menempelkan jari telunjuknya di jari telunjuk Min Kyu mengikuti film ET. Min Kyu langsung menarik tangannya ketika menyadari mereka telah saling bersentuhan.
Cepat-cepat Min Kyu mengecek jam tangannya dan masih berwarna biru yang artinya aman. Min Kyu benar-benar takjub dengan hasilnya. "Dia seperti manusia, tapi tidak terjadi apapun. Apa karena dia robot?"
"Aku bekerja otomatis dengan baterai yang diletakan di dadaku." Aji 3 menerangkan. "Aku bekerja selama 3 jam setelah terisi penuh. Struktur ku mirip dengan sendi manusia. Masing-masing lenganku memegang berat 30 kg. Aku bisa mendeteksi berbagai bau dengan alat sensorik. Aku bisa mengenali benda dengan sentuhan. Aku memiliki 20 fungsi termasuk memahami saham, akuntansi dan bahasa asing. Tolong gunakan aku sesukamu."
Min kyu terlihat senang dengan penjelasan Aji 3.
Min Kyu melihat-lihat lembaran kertas ditangannya. Di hadapannya sudah ada Dokter Baek Gyoon. Tiba-tiba lampu di ruangan itu mati nyala.
"Aku tidak mendapat dana tambahan, jadi aku tidak bisa membayar tagihan listrik. Aku menggunakan listrik dari pabrik, tapi bangkrut hari ini" Kata Dokter Baek Gyoon. "Kau adalah penjahat dalam ilmu pengetahuan?" Sindir Min Kyu. "Kau adalah gangster dalam keuangan?" Balas Dokter Baek Gyoon.
"Apa ada lagi yang harus kuketahui?" Tanya Min Kyu.
"Tentang tim santa maria kami..."
"Aku berbicara tentang Aji 3." Potong Min kyu.
Dokter Baek Gyoon terdiam, "Tentu saja. Aji 3 bagaimana perasaanku sekarang?"
"Kau marah." Jawab Aji 3. "Aku minta maaf. Apa aku melakukan sesuatu yang salah dokter?"
"Tidak, aku tidak marah." Jawab Dokter Baek Gyoon tersenyum.
Aji 3 tersenyum. "Aku senang kau tidak marah."
Dokter Baek Gyoon menjelaskan kepada Min Kyu kalau ini adalah keahlian mendalam dari Aji 3. Aji 3 belajar secara mendalam sebuah proses kecerdasan buatan. Dia bisa membaca ekspresi wajah dan merasakan emosi.
Aji 3 ternyata juga bisa membuat lelucon walaupun menurut Min Kyu itu tidak lucu. Min Kyu ingin melihat keahlian apalagi yang dimiliki Aji 3. Dia menyuruh Dokter Baek Gyoon untuk membawa Aji 3 ke rumahnya besok. Dia ingin mengujinya sendiri.
Di sebuah perusahaan, seorang pria masuk ke dalam ruang rapat. Dia mempersilahkan semuanya duduk.
Wajahnya tampak ceria sekali. Dia bertanya apa mereka siap untuk kontrak. Semua mengangguk dan mengatakan iya. "Ini adalah yang terakhir. Ayo hit-home run dalam satu pukulan" Semuanya bertepuk tangan.
Di tengah perjalanan Min Kyu menelepon assistennya kalau dia akan mengikuti rapat.
Assisten Min Kyu langsung menelepon manajer keamanan. Semuanya langsung sibuk karena ini masuk dalam kategori keadaan darurat.
Semua mobil di tempat parkir dipindahkan.
Karyawan yang berada di lobby dan di lorong-lorong berlarian panik untuk bersembunyi. Saat Min Kyu sampai di kantor semua sudah kosong, baik mobil dan orang-orangnya.
Tapi saat Min Kyu melewati toilet, seorang karyawan keluar dari sana. Karyawan itu meringis melihat Min Kyu. Dengan ayunan tongkatnya, Min Kyu memberi tanda agar karyawan itu berbalik dan pergi. Karyawan itu langsung pergi terburu-buru. Kemudian Min Kyu menelepon seseorang, memberi perintah agar karyawan tadi gajinya dikurangi.
Ketika Min Kyu sampai di tempat rapat, semua orang berdiri memberi hormat. Bahkan barisan tempatnya duduk sudah dikosongkan. Dia menyuruh semua orang untuk melanjutkan rapatnya.
"Dalam dua hari kami akan menandatangani kesepakatan untuk menjual tim R&D ke grup Bold dari Inggris. Seperti yang direncanakan di ruang konfrensi utama. Kesepakatan ini menyimpulkan penjualan Daeyan Shipbuilding. Terima kasih." Salah seorang karyawan melakukan presentasi. Semua orang bertepuk tangan kecuali Min Kyu.
Min Kyu mengangkat tangannya dan semua orang berhenti bertepuk tangan. Wajah mereka terlihat cemas. "Ada sesuatu yang tidak aku tahu." Kata Min Kyu. "Apa penelitian tim R&D Daeyang Shipbuilding? Aku percaya mereka meriset teknologi untuk membangun kapal." Min Kyu teringat video yang dikirimkan Daeyang Shipbuilding yang tidak lain adalah tim yang di pimpim Dokter Baek Gyoon, yang memperkenalkan Aji 3.
Min Kyu tidak bisa menahan tawanya. Dia merasa lucu. "Tim Santa Maria apa prestasi mereka?"
"Saya tidak berpikir mereka memiliki sesuatu yang patut di catat." Jawab karyawan yang melakukan presentasi.
Min Kyu teringat lagi pada Aji 3. "Kau lebih baik bertanggung jawab untuk itu."
Di lain tempat seseorang mendekati asisten Min Kyu. Orang yang mendekati asisten Min Kyu ini sepertinya jabatannya cukup tinggi. Asisten Min Kyu minta maaf karena tidak mengenalinya. Dia baru bekerja sebulan disini.
"Kau bekerja secara langsung dengan three part baton. Maksudku Direktur Kim, Pasti sulit. Tidak ada yang bisa menahannya lebih dari sebulan. Aku pikir kau orang ke 25 yang kami sewa."
"Yang ke-25?"
"Jika kau ingin mengganti loyalitas datanglah padaku. Aku akan bertindak sebagai perantara."
"Apa maksudmu?" Tanya asisten Min Kyu tidak mengerti.
"Bukankah kau tahu 2 rival di perusahaan? Ketua Hwang Yoo Cheol dan Three part baton. Kenapa? Ketua Hwang dan tuan baton adalah teman dan saingan.
Kini di dalam ruangan rapat hanya ada Ketua Hwang dan Min Kyu. Ketua Hwang merasa Min Kyu berbeda dari biasanya. Dia menuding Min Kyu mengacaukan rapat hari ini. Padahal menjual Daeyang Buildingship adalah wewenangnya.
"Kau." Min Kyu menunjuk Ketua Hwang dengan tongkat. "Adalah ketua. Aku?" Min Kyu gantian menunjuk dirinya sendiri. "Kepala dewan direksi. Aku tetap menjalankan perusahaan dan aku tetap mendapatkan 70% keuntungan KM financial. Apa masih ada masalah dalam urutan dan hirarki?"
Ketua Hwang tidak bisa membantah kalau Min Kyu memang lebih berkuasa darinya. Min Kyu menyuruhnya melanjutkan hal yang sedang dilakukannya sekarang. Kemudian dia mengucapkan selamat tinggal. Ketua Hwang terlihat kesal tetapi hanya bisa menahannya.
Malam harinya Min Kyu mengirimkan email kepada madam x. Dia meminta files x tentang ketua Daeyang Shipbuilding yang baru.
Di lain tempat Presiden Jo sedang memegang lampu berbentuk hati. Lampu itu langsung menyala ketika di sentuh.
"Berhasil! Berhasil!" Serunya. Tapi kemudian dia menyadari lampu yang satunya lagi tidak ikut menyala. "Kenapa yang ini tidak menyala?" Tanya Presiden Jo pada pria di hadapannya. Pria itu menyentuh lampu yang dimaksud dan lampu itu langsung menyala.
"Ah bukan itu yang kuminta." Kata Presiden Jo kecewa. "Berapa kali harus ku jelaskan?"
"Jika kau merasa frustasi, buat saja sendiri." Kata pria itu marah.
Presiden Jo menahan pria itu beranjak dari tempat duduknya. Dia memperlihatkan lagi cara kerja lampu yang diinginkannya. Jadi dia menginginkan ketika ada orang yang menyentuh lampunya, lampu yang lainnya harus juga menyala, baik itu di Afrika atau di Korea. Jika ada wifi, keduanya harus menyala.
Ternyata lampu ini untuk ikut kompetisi. Ide Presiden Jo sudah lulus sampai pada tahap akhir kompetisi. Jika prototipe dan presentasinya mendapat tempat pertama, dia akan mendapatkan 100.000 dolar.
Sementara itu tim santa maria sedang merayakan keberhasilan mereka karena perusahaan Min Kyu mau membeli Aji 3. Penderitaan mereka selama ini akan berakhir.
"Mereka akan memberi kita 50 juta tanpa masalahkan?" Tanya salah satu dari mereka. Dokter Baek Gyoon mengajak mereka semua pindah saat sudah mendapatkan uangnya. Lalu mereka membicarakan apa saja yang harus di lakukan pada Aji 3 saat ini agar lebih baik lagi.
Tim santa maria mulai mengerjakan Aji 3.
"Jadi disitulah Aji 3 dan ingatan three part baton akan disimpan?" Tanya pria yabg memegang minuman.
"Pergi sanalah kau." Kata yang wanita. "Kau tidak lihat dadanya terbuka? Hanya satu tetes cairan saja bisa merusak sirkuitnya dan meledak."
"Hei,hei.." Datang anggota yang lain. Dia juga sedang memegang minuman.
Kemudian lewat robot komputer ini. "Bisakah kau membuangnya untukku?" Tanya pria yang terakhir datang. Robot itu menaikan tangannya, tanda dia siap menangkap kaleng minuman itu. "Terima kasih." Pria itu membungkuk.
Pria itu mengambil ancang-ancang seperti akan memasukan bola basket ke dalam ring.
Kaleng itu melayang tinggi di udara. Semua orang mendonggak ke atas.
Ketika kaleng itu mekewati Aji 3, setetes minuman jatuh ke bawah, tepat mengenai dada Aji 3.
Tiba-tiba keluar percikan api di dada Aji 3.
Percikan api menyebar cepat ke sekitar Aji 3 yang kemudian menimbulkan ledakan-ledakan. Semua orang panik dan berusaha melindungi diri sendiri.
Scene berganti ke Presiden Jo yang sudah sampai di rumah Tangannya memegang sebuah kotak yang cantik. "Aku pulang."
Kakak ipar dan keponakan Presiden Jo sudah menunggunya. Presiden Jo bertanya heran kenapa mereka berdua berdiri di sana.
"Bibi, ayah sudah pulang." Jawab keponakannya.
Presiden Jo mengalihkan pandangannya ke arah meja makan. Seorang pria sudah duduk di sana.
"Kakakmu sudah tahu, maaf." Tambah kakak ipar Presiden Jo. Waktu baru setengah mengucapkan kata maaf, kakak iparnya buru-buru mengajak anaknya masuk ke kamar.
Kakak Presiden Jo berdiri. Mereka sekarang saling berhadapan.
"Oppa, kau mau membiarkan aku menjelaskan dulu?" Presiden Jo tergagap-gagap.
Kakak Presiden Jo langsung melepaskan selopnya. Dia hendak memukul Presiden Jo dengan itu. Terjadi kejar mengejar di ruang tamu.
"Bukankah sudah ku bilang akan menendangmu keluar jika memulai bisnis yang lain. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mendapatkan pekerjaan yang lain."
"Oppa, oppa." Presiden Jo berusaha menjelaskan. "Aku akan mendapatkan pekerjaan. Tapi aku tidak bisa."
"Makanya kau harus memperbaiki dirimu, dan menemukan caranya. Jangan berpikir kau itu seorang pengusaha. Beraninya kau meminjam pada istriku 10.000 dollar."
Kakak Presiden Jo masih terus mengejarnya. "Kau habiskan untuk apa itu? Sampah apa yang kau buat kali ini?"
"Oppa, aku sungguh minta maaf. Berhentilah berlarian. Kau punya paru-paru yang lemah."
"Kapan kau akan dewasa?"
"Aku mengerti maksudmu. Kita bisa bicara setelah makan malam. Ini hari ulang tahunmu kan. Aku membeli kue favoritmu." Presiden Jo menunjukan kotak yang di pegangnya dari tadi.
Kakak Presiden Jo menepis kotak kue yang disodorkan Presiden Jo.
"Tidak bisakah kau menghiburku?" Tanya Presiden Jo sedih. Ayah mendukungmu, dan kau belajar dengan sepenuh hatimu. Kau pergi ke perguruan tinggi yang bagus dan menjadi pengacara. Kau menikahi dong hyun, dan menyelesaikan semuanya."
"Siapa yang peduli dengan gelar dan pekerjaanku? Apa menurutmu hidupku luar biasa?"
"Itu sudah sangat luar biasa. Tidak bisakah kau melepaskanku? Sekarang setelah ayah pergi, aku hanya punya oppa untuk bersandar."
"Lupakan. Berhenti dari semua yang kau lakukan. Aku tidak akan memintamu membayar tagihan. Jangan tidur di siang hari. Ambil kelas atau cari pekerjaan. Jangan mengambil jalan keluar yang mudah."
"Apa kau pikir ini mudah?" Tanya Presiden Jo marah. "Ini sama sulitnya dengan mencari pekerjaan. Kenapa aku tidur di siang hari? Aku terjaga semalam dan malam sebelumnya untuk membayarmu kembali."
"Kalau gitu bayar kembali. Pergi ke bank, dan bayar kami kembali." Kakak Presiden Jo tidak kalah marah.
"Tentu saja. Aku bilang akan melakukannya."
Di lab tim santa maria terjadi kepanikan luar biasa. Semua orang sibuk menelepon.
"Hoktal apa kau menemukannya?" Tanya Dokter Baek Gyoon. "Tidak ada apa-apa. Aku sungguh minta maaf. Harusnya aku mati saja."
"Ssanip?" Tanya Dokter Baek Gyoon. "Tidak ada."
Dokter Baek Gyoon terlihat frustasi sampai yang perempuan berkata dia menemukannya. Tapi masalahnya sekarang barang yang mereka perlukan harus dikirim dari luar negeri dan akan tiba dalam dua hari. Sementara besok mereka harus mengirimkan Aji 3 ke Min Kyu.
"Apa Three part baton akan memberi kita perpanjangan 2 hari?" Tanya Ssanip.
"Kita harus bertanya." Kata Dokter Baek Gyoon. "Pai teleponlah."
"Aku?" Tanya yang wanita.
"Bukankah lebih baik kalau wanita yang menelepon." Kata Dokter Baek Gyoon
Ssanip dan Hoktal langsung melihat ke Pai.
"Apa aku tampak seperti wanita untukmu?" Tanya Pai sambil menyelipkan rambutnya ke balik telinga.
Sekarang Ssanip dan Hoktal melihat ke arah Dokter Baek Gyoon.
"Aku akan meneleponnya." Kata Dokter Baek Gyoon salah tingkah.
Akhirnya Dokter Baek Gyoon menelepon Min Kyu, memintanya untuk memberikan waktu 2 hari. Tapi tiba-tiba Min Kyu malah berkata kalau dia lupa memberitahukan kalau tim r&d daeyang shipbuilding, termasuk tim santa maria akan dijual ke Bold, grup dari Inggris, dalam waktu 2 hari. Jadi mereka hanya punya waktu besok untuk menguji Aji 3.
Dokter Baek Gyoon mencari informasi tentang Bold. Ternyata Bold ini adalah pemburu paten. Dokter Baek yakin kalau mereka akan membagi Aji 3 dan menjual komponen-komponennya.
Dokter Baek Gyoon mengeluarkan sebuah foto dari laci meja kerjanya. Gadis di dalam foto itu mirip dengan Aji 3. Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide.
Di luar hujan sedang turun. Tampak Presiden Jo sedang duduk di suatu tempat minum-minum. Tiba-tiba ponselnya mendapat panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"Aku tidak butuh pinjaman." Dia langsung mematikan ponselnya. Kemudian dia menangis. Tidak lama kemudian teleponnya berbunyi lagi. Dengan kesal dia mengangkatnya. "Peringkat kreditku sudah mencapai titik terendah. Aku tidak butuh pinjaman. Jika kau mau memberiku 10.000 dolar..."
"Sudah lama ya." Potong suara di balik telepon yang tidak lain adalah Dokter Baek Gyoon.
"Siapa ini?" Tanya Presiden Jo.
"Ini aku. Apa kau lupa suaraku?"
"Aku punya ingatan yang mengerikan. Kau siapa? Apa kita dekat. Kau payah sekali."
"Ini Hong Baek Gyoon."
"Hah? Hong dan Baek?"
"Jangan berpura-pura tidak mengingatku. Ini aku pria jamur."
Presiden Jo tertawa. Dia benar-benar mabuk sekarang. "Kalau kau punya jamur, pemutih adalah yang kau butuhkan."
Baek Gyoon benar-benar kesal sekarang. "Aku akan memberimu 10.000 dollar sekarang. Dimana kau?"
Presiden Jo membeli minuman di mini market. Dia masih merasa lucu dengan si pria jamur. "Apa jamur namanya dan nama belakangnya pria?" Dia tertawa lagi. Tapi tiba-tiba tawanya berubah menjadi keterkejutan. "Apa itu? Itu pria jamur?" Dia mengingat sesuatu.
Presiden Jo menoleh, dan melihat seorang pria sudah menunggu di depan dari jendela. Dia langsung membalikan badan sambil menutup mulutnya, ketika pria itu membalikan badan kearahnya. "Bagaimana kau bisa melupakannya. Kau idiot." Dia memarahi dirinya sendiri sambil menaikkan topi jaketnya, berusaha menutupi wajahnya. "Akh, aku tidak bisa menemuinya seperti ini."
Dia memutuskan untuk kabur secepatnya dari situ. Saking buru-buru dan panik, dia sampai menabrak pintu kaca mini market. Di depan dia malah menabrak Baek Gyoon hahaha...
Baek Gyoon terkejut melihat penampilan Presiden Jo sekarang, terutama rambutnya.
"Ram-but-mu...ke-na-pa...ba-bagaimana? Kapan kau memotongnya? Kenapa kau memotong rambutmu?" Kemudian dia melihat dada Presiden Jo. "Payudaramu...seberapa empuk bra mu itu?"
Presiden Jo bingung dengan reaksi Baek Gyoon. Dia sampai menunduk, memandang dadanya.
"Oke, emm..jadi kau bisa memakai wig." Kata Baek Gyoon seperti memberi solusi. "Dan memakai bra tanpa lapisan."
Presiden Jo berusaha berbicara, "Ketika kebanyakan orang bertemu setelah sekian lama, mereka bertanya apa yang dilakukan orang itu.."
"Ya benar, sepertinya kau belum melakukannya dengan baik." Potong Baek Gyoon. "Jadi aku senang."
Presiden Jo tidak percaya Baek Gyoon bakal berbicara seperti itu. "Wajahmu lebih keriput, aku juga senang."
"Apa? Kenapa kau masih begitu peduli?" Baek Gyoon pikir itu pujian hahaha..
"Kau tetap tidak mendengarkanku. Jadi itu belum berubah?" Tanya Presiden Jo dengan ekspresi seperti mau menangis saking keselnya. "Kita sudah putus. Jadi dengarkan baik-baik apa yang harus kukatakan, profesor. Ketika kebanyakan orang mendengar komentar seperti itu, mereka fokus pada kata keriput, kau lebih fokus pada kata kau. Otakmu terstruktur sehingga kau hanya ingin mendengar kata-kata yang ingin kau dengar. Kau perlu memperbaikinya. Itu...itu sangat berarti."
"Itu karena aku jenius."
Presiden Jo kehabisan kata-kata. Dia memutuskan untuk tidak membahasnya. Dia memilih untuk bertanya tujuan Baek Gyoon menemuinya. Baek Gyoon menjawab dia ingin membantu Presiden Jo melunasi utangnya.
"Utangku?" Tanya Presiden Jo bingung
"Kau pasti merasa tidak enak atas apa yang telah kau lakukan. Aku akan memberimu kesempatan untuk menyelesaikannya."
Baek Gyoon meletakan uang 10.000 dollar di atas meja. Presiden Jo boleh mengambil uangnya asal dia mau bekerja paruh waktu untuknya. Pekerjaanya hanya 3 jam, dimulai besok jam 10.00.
"Apa kau akan menjual organ tubuhku?" Tanya Presiden Jo cemas.
Baek Gyoon menggelengkan kepalanya.
Baek Gyoon membawa Presiden Jo ke lab. Ssanip dan Pai terkejut melihat kemiripan Presiden Jo dengan Aji 3. Bahkan Hoktal yang baru saja masuk berpikir kalau Presiden Jo adalah Aji 3.
"Apa kau memperbaikinya?" Tanya Hoktal pada Baek Gyoon. "Bagaimana kau memperbaikinya tanpa bagiannya? Tim kita benar-benar yang terbaik." Hoktal tampak senang sekali.
Presiden Jo menggaruk kepalanya bingung.
"Kau memakai wig yang berbeda?" Tanya Hoktal baru sadar. "Kenapa payudaramu begitu besar? Apa baterainya membesar? Jangan khawatir aku akan memperbaikinya." Hoktal menyalakan bor di tangannya.
Baek Gyoon langsung berdiri di depan Presiden Jo. "Dia adalah model Aji 3, Jo Ji A."
"Model? Dia manusia?" Tanya Hoktal. "Oh my!"
"Aku minta maaf, tapi bagaimana kalian saling mengenal?" Tanya Ssanip.
"Ahh...dulu kami saling mengenal untuk sementara waktu." Jawab Baek Gyoon ragu-ragu.
"Tunggu..tunggu." Ji A menyela. "Model apaan sih ini yang kalian bicarakan?"
Baek Gyoon memperlihatkan Aji 3 pada Ji A. Ji A menutup mulutnya terkejut. "Kenapa? Kenapa aku di sana?"
Scene berganti di sebuah rumah. Ji A sedang bersama temannya.
"Apa mantanmu kehilangan akalnya?" Tanya teman Ji A sambil meletakan kaleng di atas meja dengan keras.
Ji A sudah menceritakan apa yang dia alami hari ini pada temannya itu. Walaupun teman Ji A terlihat kesal awalnya tapi dia penasaran juga dengan Aji 3. Apa dia benar-benar mirip dengan manusia. Lalu teman Ji A ini sampai pada satu kesimpulan kalau Baek Gyoon masih ada perasaan pada Ji A. Dia menyuruh Ji A mengambil pekerjaan yang di tawarkan Baek Gyoon untuk benar-benar melupakannya kali ini.
"Tidak, aku tidak mau menemuinya!" Kata Ji A seraya bangkit dari duduknya. "Aku lebih suka diusir keluar dari rumahku daripada mengambil pekerjaan gila itu."
Scene berganti lagi di depan rumah Ji A. Ji A tidak berani masuk ke dalam rumah. Dia mendengar kakaknya sedang marah pada kakak iparnya karena telah meminjamkan duit padanya. Kakak iparnya menyuruh kakaknya untuk membiarkan Ji A pulang tetapi kakaknya tidak bisa. Ji A harus membayar hutangnya terlebih dahulu kalau dia ingin pulang.
Scene berganti ke Min Kyu yang baru saja selesai mandi. Saat menyentuh lehernya dia menyadari kalau kalungnya tidak ada.
Ji A menemui Baek Gyoon. Dia mau mengambil pekerjaan paruh waktunya, tetapi sebelum itu dia menjelaskan pada Baek Gyoon kalau dia tidak ada perasaan lagi padanya. Baek Gyoon pun juga tidak ingin Ji A berpikir kalau dia masih ada perasaan dengannya karena meminta ini. Ji A merasa canggung dengan jawaban Baek Gyoon. Untuk mengalihkannya, dia bertanya apa yang harus dilakukannya.
Keesokan paginya Min Kyu masih sibuk mencari kalungnya. Dia mencari di dalam mobil yang di pakainya kemarin.
Tiba-tiba dia ingat sesuatu. Kemarin Ji A menarik kerah jaketnya dan saat itu tanpa disengaja Ji A ikut menarik kalungnya. Tapi Min Kyu berpikirannya beda: Pasti Ji A sengaja mengambil kalungnya! Hahaha...
Hoktal mengajari Ji A menjadi robot. Dimulai dari cara berjalan. Dia juga menjelaskan perbedaan robot zaman dulu dengan robot zaman sekarang. Ji A sangat tegang sekali saat disuruh mempraktekan apa yang diajarkan Hoktal. Gerakannya kaku banget sampai-sampai Hoktal bertanya apa dia sedang mencoba tarian topeng tradisional..hahaha..
Lalu pelajaran yang kedua gerakan meletakkan benda. Kali ini yang ngajarin Ssanip. Dia juga menjelaskan perbedaan robot zaman dulu dengan Aji 3 ketika melakukan gerakan ini. Ji A juga sepertinya kesulitan melakukan gerakan ini.
Tim santa maria mulai mendadani Ji A seperti Aji 3 dan hasilnya mirip banget. Tapi Ji A tampak kecewa. "Kupikir akan ada sesuatu yang lebih karena aku harus bertindak sebagai robot."
Pai mengeluarkan kontak lens dari sakunya dan memasangnya pada mata Ji A.
"Lensa kontak itu adalah kamera subminiature." Jelas Baek Gyoon. "Dan ini adalah pemancar nirkabel." Dia menyerahkan sesuatu seperti jam tangan ke Ji A dan menyuruhnya untuk memakainya di pergelangan tangan. "Hoktal hubungkan dengan jaringan kita."
"Baik." Hoktal bergegas. "Semua selesai."
Tiba-tiba penglihatan Ji A berubah seperti Aji 3. "Luar biasa." Kata Ji A
"Sekarang kau terhubung ke Aji 3." Sebuah suara memberi tahu.
"Agar lebih mudah dimengerti kau adalah avatar Aji 3." Kata Pai
"Aji 3 akan melihat dan mendengar semua yang kau lihat dan kau dengar." Tambah Baek Gyoon. "Kemudian layar akan menunjukkan apa yang perlu kau lakukan dalam teks dan video. Kau hanya perlu mengikuti instruksinya." Kemudian Baek Gyoon memberi contoh dengan menyapa Aji 3.
"Aku mencintaimu. Tuan ada yang bisa aku bantu?" Tanya Aji 3. Apa yang dikatakan Aji 3 muncul di layar depan Ji A.
"Aku..." Ji A tidak bisa melanjutkannya. "Apa kau serius memintaku mengatakan itu? Apa kau membuat robot itu berkata 'Aku mencintaimu' kepadamu setiap hari?" Tanya Ji A marah. "Apa kau masih punya perasaan padaku?"
"A-pa pe-rasa-an?" Kata Baek Gyoon tergagap-gagap. "Apa yang kau bicarakan? Aku sudah menyuruhmu untuk tidak salah mengerti maksudku. Aji 3 berbeda denganmu. Dia tidak memiliki kekurangan. Dia sempurna. Dia tak tertandingi dan lebih pintar darimu."
"Apa kau mau bilang dia lebih sempurna dan lebih pintar dariku? Dalam hal apa? Dia hanya robot, tidak berbeda dengan boneka." Tanya Ji A.
"Aji 3 menganalisa pasar saham di Eropa." Jawab Baek Gyoon.
Kemudian di mata Ji A muncul sebuah grafik. "Luar biasa."
"Aji 3 baca artikel terbaru yang terbit di science." Perintah Baek Gyoon lagi. "Baca teks asli."
Muncul teks-teks kecil di layar depan Ji A. "Astaga ini luar biasa." Kata Ji A. "Wah, aku merasa seperti seorang jenius."
"Kau memiliki tingkat iq 94. Namun Iq Aji 3 tidak terbatas. Dia jenius." Sindir Baek Gyoon
"Tapi bagaimana aku membaca ini? Aku tidak bisa bahasa inggris." Tanya Ji A.
Hoktal dan Ssanip langsung terjatuh mendengarnya hahaha...
Ssanip dan Hoktal mengantarkan Aji 3 yang tidak lain adalah Ji A ke rumah Min Kyu. Mereka terkejut waktu pagar rumah Min Kyu bisa terbuka sendiri. "Ini terbuka sendiri, astaga!"
Hp Ji A tiba-tiba berbunyi. Peneleponnya tertulis 'mesum brengsek'. Ji A mengangkat teleponnya.
"Apa yang kau mau mesum brengsek?"
"Hah, kau akhirnya mengangkat teleponnya." Kata Min Kyu.
"Aku sedikit sibuk." Kata Ji A santai. "Apa akhirnya kau memutuskan untuk membayarku? Aku akan senang mendapatkan uangku."
"Kau mengambil kalungku bukan?" Tuduh Min Kyu.
"Apa? Kenapa kau mencoba menyalahkanku atas sesuatu yang hilang?" Kata Ji A terkejut sekaligus kesal.
"Kau meraih kalungku, dan menyambarnya dari leherku." Kata Min Kyu marah. "Kau tidak ingat?"
"Ah, ini konyol." Kata Ji A tidak habis pikir.
"Sebaiknya kembalikan kalungku sebelum aku benar-benar menuntutmu." Ancam Min Kyu.
"Hei, apa kau sakit? Aku sedang serius sekarang. Pergilah ke dokter." Kata Ji A kesal.
"Apa?"
"Kau seharusnya tidak malu pergi ke psikiater. Pergilah ke dokter demi kebaikanmu sendiri." Saran Ji A. Setelah itu dia memutuskan teleponnya. Dia terkejut saat melihat 156 panggilan tak terjawab dan 45 sms dari Min Kyu di layar teleponnya.
Mobil yang membawa Ji A telah sampai di depan rumah Min Kyu. Hoktal dan Ssanip mengeluarkan sebuah kotak dari dalam mobil. Sementara Baek Gyoon dan Pai yang berada di lab terlihat cemas sambil terus memantau keadaan Hoktal dan Ssanip.
"Astaga rumah yang bagus." Kata Ji A yang bisa melihat dari dalam kotak.
Hoktal dan Ssanip mendorong kotak berisi Ji A masuk ke dalam rumah. Sambil mendorong, salah satu dari mereka bercerita kalau rumah Min Kyu seperti di LA, seperti rumah temannya. Tiba-tiba terdengar suara hp. Ssanip pikir itu suara hp Hoktal. Dia menyuruh Hoktal mematikannya. Tapi ternyata bukan Hp Hoktal yang berbunyi melainkan hp Ji A. Panik, Ssanip dan Hoktal menyuruh Ji A mematikan Hpnya.
Baek Gyoon dan Pai juga ikut-ikutan panik di lab. Baek Gyoon tidak percaya Ji A mengambil HPnya. "Apa dia gila? Matikan!" Teriak Baek Gyoon. "Astaga." Kata Pai merasa pusing.
Ji A menggangkat Hp nya. "Jika kau meneleponku sekali lagi, aku akan menelepon polisi."
Min Kyu muncul dari atas sambil berbicara di telepon membuat Hoktal dan Ssanip bertambah panik. "Itu yang seharusnya aku katakan. Jika kau tidak mengembalikan kalungku, aku akan mengejarmu sampai..."
Ji A menutup teleponnya.
"Astaga wanita gila ini." Maki Min Kyu sambil menuruni tangga.
Sementara di dalam kotak Ji A juga mengatai Min Kyu. "Astaga, brengsek gila ini."
Ssanip menunjukkan kotak yang di bawa nya ketika Min Kyu melihat mereka. "Ta-da ini dia!" Hoktal membuka pintu kotaknya
Min Kyu menghela napas kemudian dia menyuruh Hoktal dan Ssanip keluar dengan tongkatnya. Mereka berdua pergi meninggalkan Ji A yang sengaja memejamkan mata di dalam kotak dengan cemas.
Min Kyu memandang Aji 3. "Hai Aji 3." Sapa Min Kyu.
"Aku mencintaimu." Balas Ji A sambil pelan-pelan membuka matanya. "Tuan, apa yang bisa aku.."
Ji A terkejut saat melihat Min Kyu berdiri di hadapannya.
"Astaga, ya ampun!" Teriak Ji A kencang sampai menjatuhkan badannya ke belakang.
Min Kyu ikutan melompat mundur dan berteriak.
Bersambung ke sinopsis I'm not A Robot episode 3.
Penulis: sinopsis-dramaasia
Terima kasih telah membaca sinopsis ini. Jika ingin mengcopy paste tulisan ini tolong cantumkan link/sumbernya untuk menghargai jerih payah penulisnya. Komentarmu sangat berarti untuk kelanjutan blog sinopsis-dramaasia ini. Boleh request sinopsis juga lho. Request paling banyak nanti akan penulis buat sinopsisnya ^^





















































































No comments:
Post a Comment