Seorang pria membuka koper yang tergeletak di sampingnya. Tidak lama kemudian dia sudah mengenakan masker, sarung tangan dan topi.
Dia juga memindahkan sebuah cairan ke dalam suntikan dan menyimpannya di saku bajunya. Sebelum beranjak dari mobil dia menggambil sebuah senjata, seperti tongkat.
Tiba-tiba pria itu sudah berada di sebuah ruangan dengan tiga orang dokter. Ketiga dokter itu duduk berjejer di depannya.
" Ini adalah penangkapan yang ketiga. Apakah itu benar Tuan Kim Min Kyu?" Tanya dokter yang duduk di tengah. Kim Min Kyu hanya diam sambil menatap dokter itu. Dokter itu kemudian menyuruh Kim Min Kyu melepas topi dan maskernya. Dia juga memberi peringatan kepada Kim Min Kyu agar jangan sampai dia mengulangi perkataannya lagi.
Akhirnya Kim Min Kyu melepas topi dan maskernya. Pandangan matanya masih tidak bersahabat. Dokter yang lain memeriksa berkas Kim Min Kyu. Di berkas itu tertulis kalau Kim Min Kyu menderita alergi jika melakukan kontak terhadap manusia. Dokter itu tertawa. Selama menjadi profesor kulit, dia belum pernah mendengar penyakit seperti itu. Terus dia lanjut bertanya lagi, apakah Min Kyu tidak ingin ikut militer? Apa dia tidak menggangap militer korea itu serius? Apa dia tidak merasa buruk terhadap orang yang bertugas?
Kim Min Kyu tiba-tiba membuka bajunya dengan geram. Dia berjalan perlahan-lahan ke depan, tidak menghiraukan suara-suara yang menyuruhnya untuk duduk kembali. Dokter-dokter itu menjadi ketakutan. "Apa yang kau lakukan? Aku juga menyeramkan saat melepaskan jaketku. Kembali ke tempat dudukmu cepat." Sekarang dokter yang duduk di tengah mengambil ancang-ancang seperti petinju tapi dengan wajah ketakutan.
Kim Min Kyu tiba-tiba memegang tangan dokter itu dan tiba-tiba kulit tangannya langsung berubah merah menyeramkan, menjalar hingga ke wajahnya.
Terkejut, dokter itu menarik tangannya dan terjatuh. Kedua dokter yang lain langsung mundur ketakutan. Kim Min Kyu tampak kesakitan sekarang. "Apa mungkin untukku mendaftar di militer?" Tanya Kim Min Kyu.
Dokter yang dipegang tangannya tadi, langsung menjawab dengam tergagap-gagap kalau dia tidak perlu ikut militer.
Kim Min Kyu menjelaskan kalau gejala alerginya akan bertambah parah jika semakin lama dia bersentuhan. Kemudian dia menusukan suntikan ke lengannya dan menjelaskan kepada dokter-dokter itu kalau ini untuk mengurangi gejala alerginya. Memudian dia melemparkan suntikan itu ke depan dokter-dokter itu. Mereka langsung berteriak dan mundur. "Kenapa kau melakukan ini pada kami?"
Kim Min Kyu menjelaskan lagi kalau penyakitnya tidak menular. Mendengar itu, dokter yang ditengah langsung terduduk lemas.
Dokter yang dipegang tangannya tadi, langsung menjawab dengam tergagap-gagap kalau dia tidak perlu ikut militer.
Kim Min Kyu menjelaskan kalau gejala alerginya akan bertambah parah jika semakin lama dia bersentuhan. Kemudian dia menusukan suntikan ke lengannya dan menjelaskan kepada dokter-dokter itu kalau ini untuk mengurangi gejala alerginya. Memudian dia melemparkan suntikan itu ke depan dokter-dokter itu. Mereka langsung berteriak dan mundur. "Kenapa kau melakukan ini pada kami?"
Kim Min Kyu menjelaskan lagi kalau penyakitnya tidak menular. Mendengar itu, dokter yang ditengah langsung terduduk lemas.
Sebuah rumah besar dengan halaman luas terpampang di depannya.
Scene berganti dengan Min Kyu yang sudah berganti pakaian dan sedang merayakan ultah seseorang. Disini dia terlihat manis sekali. Dia berbicara sendiri sambil tersenyum senang dengan sebuah benda berbentuk kerucut yang dapat bergerak. Dia memanggil benda itu cantik. Bahkan dia juga memberi kado yang dibungkus cantik. Ketika diperlihatkan ternyata isinya batere hahaha..
Kemudian dia bercerita tentang dirinya yang baik-baik saja walaupun tinggal sendirian, tidak seperti yang orang pikirkan. Jika dunia ini berakhir dan hanya satu orang yang bisa bertahan, itu pastilah dirinya. Dia punya banyak keterampilan untuk hidup dalam kesendirian.
Scene berganti lagi ketika Kim Min Kyu sedang menonton adegan ciuman di film. Tanpa sadar dia mempraktekan adegan ciuman itu pada bantal sofa yang dipeluknya dari tadi.
Dia juga sangat baik hati. Ketika anak sekolah yang duduk disebelahnya merasa gelisah karena kebelet buang air kecil, perempuan itu menyuruhnya untuk ke kamar kecil. Dia berjanji akan menjaga tempatnya agar tidak diduduki orang lain. Anak sekolah itu berulang kali mengucapkan terima kasih.
Tidak lama setelah anak sekolah itu pergi, hp perempuan itu berbunyi. Dia membaca pesan yang masuk. Ternyata perempuan itu dikenal sebagai Presiden Jo. Seseorang memuji dirinya di forum karena bisa mendapatkan barang yang orang itu mau dengan packaging yang masih mulus. Kemudian orang-orang di forum itu ikut bereaksi dan mengatakan Presiden Jo sangat hebat. Perempuan itu sangat senang dengan pujian-pujian itu.
Tiba-tiba seorang pria menepuk pundaknya dan bertanya mengapa orang-orang mengantri. Presiden Jo menunjukkan spanduk di depannya. Ternyata antrian ini untuk mendapatkan action figure edisi terbatas. Presiden Jo kemudian mempromosikan dirinya sendiri pada pria itu sembari memberi kartu namanya. Jika pria itu mau dia bisa memberikan produk edisi terbatas apa saja.
"Oh, Presiden Jo yang terkenal itu. Aku terkejut melihat kau masih muda." Ujar pria itu seraya duduk di samping Presiden Jo. Tetapi Presiden Jo tidak tertipu dengan tipu muslihat pria itu. Dia mengancam kalau pria itu tidak mengantri dengan benar, dia akan membuat sikat gigi dari semua bulu hidungnya yang keluar *LOL*. Semua orang bertepuk tangan dengan aksi heroik Profesor Jo. Pria itu pergi dengan marah dan berdalih dia tidak menyerobot antrian dan tidak suka dengan action figure itu.
Pintu toko kemudian di buka. Seorang pria memakai jas rapi keluar, dan menyambut mereka dengan ramah. Dia menyuruh mereka untuk masuk dengan tertib. Tapi ternyata semua orang berebutan masuk. Presiden Jo yang terkejut dengan tingkah laku barbar itu ikut berebut masuk.
Dia berhasil masuk ke dalam dan mengambil action figure langkah itu. Tapi tanpa sadar ketika dia mengamankan action figure miliknya, tidak sengaja seorang anak kecil menempelkan sosis ke kemasannya.
Ketika sudah diluar, pembeli yang memesan action figure itu menelepon Presiden Jo. Mereka pun janjian bertemu.
Dengan menaiki motornya, Presiden Jo menghampiri sebuah mobil di pinggir danau. Dia menghampiri dan mengetuk kaca mobil itu. Ternyata klien Presiden Jo adalah Kim Min Kyu. Dengan berbicara melalui mic dan tanpa membuka kaca, Kim Min Kyu menyuruh Presiden Jo menaruh barangnya di tempat duduk belakang. Tapi Presiden Jo menolak. Dia ingin Kim Min Kyu membayarnya dulu.
"Aku sudah membayarnya di muka." Kata Kim Min Kyu. Dia akan memberikan lagi uang tambahan dalam transaksi ini dengan satu syarat: kondisi kemasan harus sempurna. Itu berarti dia harus mengeceknya terlebih dahulu. Akhirnya Presiden Jo setuju walaupun kesal karena keprofesionalannya tidak dipercaya.
Dia makin tidak habis pikir ketika Kim Min Kyu sampai mengeluarkan kaca pembesar untuk memeriksa kemasannya.
Kim Min Kyu berubah histeris ketika dia menemukan bekas makanan dikemasannya. Dia merasa Presiden Jo menipunya, apalagi sekarang perempuan itu malah memintanya 300 dolar. Presiden Jo yang tidak tahu menahu tentang noda itu merasa sebaliknya. Dengan marah dia menyuruh Kim Min Kyu keluar dari mobilnya, tapi Kim Min Kyu malah mengunci mobilnya. Presiden Jo tambah marah. Dia menuduh Kim Min Kyu mau mengambil barangnya tanpa membayar. Kim Min Kyu membalas dia tidak akan memberikan sepeser uang pun pada penipu. Dia juga akan menulis tentang ini di internet. Kemudian Kim Min Kyu langsung menjalankan mobilnya.
Tidak terima, Presiden Jo memukul pintu mobil Kim Min Kyu sambil mengkutinya. Tiba-tiba terdengar suara keras dan Presiden Jo terhempas ke tanah tidak sadarkan diri.
Kim Min Kyu menghentikan mobilnya kaget. Panik, dia berpikir telah membunuh orang. Dengan hati-hati, Kim Min Kyu mendekati Presiden Jo. Dia menyodokkan tongkat ke helm Perempuan itu sambil memanggil namanya.
Presiden Jo tiba-tiba membuka matanya, dan langsung menarik tongkat Kim Min Kyu hingga terjatuh. Sekarang Presiden Jo dapat melihat wajah Kim Min Kyu dengan jelas. Dia langsung terpesona pada ketampanan Kim Min Kyu *LOL*.
Mereka berdua sempat terdiam beberapa saat, saling bertatapan, sampai Kim Min Kyu menyadari Presiden Jo memegang tongkatnya. Panik, Kim Min Kyu berteriak sambil menarik tongkatnya.
Presiden Jo menarik kaki Kim Min Kyu. Dia tidak akan membiarkan Kim Min Kyu pergi begitu saja kali ini. Kim Min Kyu mendorong kepala Presiden Jo dengan tongkat agar menjauh darinya sambil terus berjalan mundur. "Aku akan membunuhmu! Lepaskan aku! Berhenti menyentuhku!" Lalu mendorong Presiden Jo sampai jatuh terjengkang ke belakang.
Kim Min Kyu cepat-cepat masuk ke dalam mobil. Belum sempat dia menutup pintu kaca, Presiden Jo sudah bangun dan menyambar kerah mantelnya. Mata Kim Min Kyu membelalak, alerginya muncul. Saking marahnya Presiden Jo tidak menyadari perubahan pada Kim Min Kyu. Dia masih terus menggoyang-goyangkan badan Kim Min Kyu sambil menyuruhnya untuk membayarnya. "Berikan aku uangku! Berikan aku uangku! Dasar brengsek!"
Kim Min Kyu mengumpulkan kekuatannya membuka pintu mobil, membuat Presiden Jo terlempar ke tanah. Cepat-cepat dia menjalankan mobilnya, meninggalkan Presiden Jo yang berteriak kesakitan. "Hei! Berhenti disana!" Teriak Presiden Jo.
Kim Min Kyu memeriksa bekas alergi di lehernya. Kemudian hp nya berbunyi. "Halo Profesor Oh."
Profesor Oh memeriksa Kim Min Kyu. Dia menyuruhnya untuk berhati-hati. Tapi Kim Min Kyu malah menyuruh Profesor Oh untuk memperhatikan bentuk ruamnya yang berbeda hari ini. Profesor Oh merasa itu sama aja, membuat Kim Min Kyu kehabisan kata-kata.
Kim Min Kyu menyuruh Profesor Oh untuk lebih memperhatikan penyakitnya karena dia adalah profesornya. "Aku melakukannya lebih dari cukup selama 15 tahun. Penyakitmu belum di diagnosis." Balas Profesor Oh tenang.
Profesor Oh meminta maaf karena belum bisa memberikan kabar baik. Dia menyuruh Kim Min Kyu untuk menerima kalau solusi terbaik dari penyakitnya saat ini adalah dengan hidup terpencil.
Profesor Oh menunjukkan sebuah penemuan jam tangan yang bisa mengukur detak jantung dan suhu, serta menunjukan kondisi alergi Kim Min Kyu dengan warna. "Biru kondisi biasa, kuning ketika lebih dari 100 dengan ruam tahap awal dan kesulitan bernafas, Oranye berarti lebih dari 1000 dengan ruam tubuh penuh dan saluran udara terbuka. Lebih dari 2000 warnanya merah, beberaoa menit kemudian..." Terang Profesor Oh. "Aku mati karena shock?." Potong Kim Min Kyu.
Kim Min Kyu memakai jam tangan pemberian Profesor Oh walaupun dia merasa itu tidak berguna. "Aku tidak bisa berkencan dengan siapapun atau menikah. Aku harus hidup seperti monster selamanya." Kata Kim Min Kyu terlihat sedih.
Di tempat lain Presiden Jo sedang mengutuk Kim Min Kyu. Dia tidak akan berhenti walaupun Kim Min Kyu memohon pada dewa.
Sebuah drone masuk ke halaman rumah Kim Min Kyu. "Apa itu?" Tanya Tukang Kebun yang sedang merapikan tanaman, terkejut.
Dari luar gerbang dua orang pria sedang mengendalikan dronenya. Mereka berusaha memasukan drone itu ke dalam rumah. Disaat yang sama Kim Min Kyu sedang minum di dapur dan tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca. Min Kyu terkejut dan langsung bersembunyi.
Setelah merasa tidak ada sesuatu yang berbahaya, Min Kyu langsung berlari ke balkon dan berteriak marah "Siapa itu?" Suaranya terdengar sampai ke telinga dua pria asing yang mengendalikan dronenya.
"Dia mendapatkannya! Dia medapatkannya!" Mereka berdua terlihat senang sekali. "Ayo pergi dari sini!"
Sambil membawa panci sebagai senjata, Min Kyu menghampiri asal suara tadi. Dia menemukan drone itu mendarat di atas aquarium miliknya. Ada kantong bertuliskan Daeyang Shipbuilding, Santa Maria di badan drone itu. "Daeyang Shipbuilding?" guman Min Kyu. "Itu adalah perusahaan yang aku ambil ahli dan mau ku jual sekarang."
Min Kyu mengambil kantong itu dan menemukan sebuah usb di dalamnya. Ternyata USB itu berisi video.
"Aji 3 sedang bermain squash." Jelas suara pria di dalam video itu. "Dia memiliki pikiran yang superior, yang bisa melacak benda bergerak dan lintasan. Dia juga mampu bereaksi cukup cepat untuk memukul bola yang bergerak."
"Dokter bukankah terlalu grlap?" terdengar suara pria lain di dalam video itu. "Gelap? Buka tirai!"
"Baik."
Tiba-tiba Aji 3 memukul bola dengan kencang mengenai kamera perekam sampai berubah posisi. Min Kyung langsung terkejut sampai bergerak dari posisinya, seolah-olah bola itu mengenai dirinya.
"Kau baik-baik saja dokter?" Terdengar suara lagi. "Kau baik-baik saja tuan." Aji 3 mendekat ke kamera. "Ya, aku baik-baik saja."
Orang yang di panggil dokter sedari tadi menampakan diri. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Dokter Hong Baek Gyoon. Dia ingin mengundang Min Kyu ke demonstrasi Aji 3, sebuah robot android yang akan mengejutkan dunia. Kemudian dia menunjukan sebuah surat, "Menurut kontrak ini kau adalah pemilik baru Aji 3. Silahkan datang dan berikan 50 juta yang belum terbayar dari 100 juta yang kami janjikan. Dalam 3 detik flash disk ini akan meledak." Min Kyu refleks mengangkat tangannya menutupi wajahnya panik.
"Mungkin saja tidak." Kata Dokter Baek Gyoon ceria. "Apa kau terkejut? Jika kau melihat Aji 3 langsung, kau akan lebih terkejut."
Video itu akhirnya selesai. Min Kyu masih tidak percaya dia adalah pemilik robot itu. Kemudian dia mencari tahu tentang Dokter Baek Gyoon di internet. Sementara Hong Baek Gyoon di tempat kerjanya yakin dia akan mendapatkan kembali statusnya. Dia akan kembali suatu hari nanti.
Min Kyu mendatangi kediaman Dokter Hong Baek Gyoon. Di depan pintu tertulis penelitian santa maria.
Min Kyu mengetuk pintu dengan tongkatnya. Tidak ada yang menjawab atau membuka pintu. Dia baru saja akan menelepon ketika pintu tiba-tiba terbuka sendiri. Min Kyu masuk ke dalam dengan hati-hati. Dia kaget setengah mati ketika pintu di belakangnya tertutup sendiri. "Ya ampun ini menakutkan." Kemudian terdengar suara dari ujung lorong yang gelap. Ada benda yang bergerak datang mendekat. Benda itu mengeluarkan sinar samar.
"Apa yang kau lakukan?" Teriak Min Kyu mundur ketika benda itu makin mendekat.
Benda itu berhenti dan membut emoticon senyum di layarnya. Min Kyu memandang benda itu bingung. Kemudian dia menelepon seseorang meminta penjelasan. " Maksudku, sudah kubilang aku tidak butuh yang lain. Singkirkan semua orang. Aku hanya ingin melihat Aji 3. Apa? Aku harus mengikuti benda ini?" Min Kyu melihat ke arah robot komputer itu. "Ah, benar-benar." Akhirnya Min Kyu mengikuti robot itu.
Di sepanjang lorong Min Kyu melihat banyak kerangka bagian tubuh robot tergantung.
Salah satunya ini. Ketika Min Kyu melihat ini dengan konsentrasi penuh, tiba-tiba matanya menyala dan bergerak. Min Kyu kaget setengah mati sampai beranjak mundur *LOL*.
Akhirnya Min Kyu sampai di sebuah ruangan. Tidak ada siapa-siapa disini.
"Apakah kau Tuan Kim Min Kyu?" Tanya suara perempuan mengejutkannya.
Tiba-tiba benda di belakangnya menyala. Seorang perempuan sudah duduk disana. Perlahan-lahan perempuan itu berjalan mendekati Min Kyu yang ketakutan.
Semakin gadis itu mendekat, semakin Min kyu menjaga jarak. Dia hampir tersandung kakinya sendiri.
Penglihatan gadis itu tidak menemukan adanya informasi tentang Min Kyu.
"Apa kau direktur Kim Min Kyu?" Tanya perempuan itu lagi. "Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Kim Min Kyu masih ketakutan. "Senang bertemu denganmu. Mari berjabat tangan." Perempuan itu mengulurkan tangannya. Kim Min Kyu malah berteriak dan melompat mundur. "Jangan mendekatiku! Menjaulah!"
Perempuan itu menatap Min Kyu bingung. "Menjaulah dariku! Menjaulah dariku! Astaga." Perintah Kim Min Kyu frustasi ketika perempuan itu masih tidak bergeming. "Apa ada orang disini?"
Beberapa pasang mata muncul dari tempat tersembunyi. Mereka heran dengan reaksi Min Kyu. "Kudengar julukannya adalah three part baton. Dia benar-benar memilikinya." Celetuk salah satu.
"Kau tidak ingin berjabat tangan?" Tanya perempuan itu lagi. "Aku minta maaf. Aku akan mulai berhati-hati sekarang."
"Aku bilang tidak boleh ada manusia disini!" Teriak Min Kyu kesal
"Apa aku terlihat seperti manusia?" Tanya perempuan itu. Dokter Hong mengatakan kalau kau semakin berpikir aku adalah manusia, maka semakin baik yang bisa kulakukan. Terima kasih. Tapi aku bukan manusia."
"Apa?" Kata Kim Min Kyu. " Aku Aji 3 robot android yang di buat oleh Dokter Hong Baek Gyoon." Lanjut Aji 3. Kim Min Kyu masih tidak percaya. " Dokter Hong bilang kau menginginkanku. Apa kau menyukaiku?" Aji 3 memiringkan kepalanya dan kemudian mengedip-ngedipkan matanya. Kim Min Kyu tertawa tapi kemudian dia tampak kesal lagi, "Kau berusaha menipuku. Kau berpura-pura menjadi robot. Apa menurutmu aku tidak tahu bedanya?"
Aji 3 tiba-tiba melepas bajunya. Dia akan membuat Min Kyu percaya kalau dia adalah robot.
Bersambung ke sinopsis I'm not A Robot episode 2.
Penulis: sinopsis-dramaasia
Terima kasih telah membaca sinopsis ini. Jika ingin mengcopy paste tulisan ini tolong cantumkan link/sumbernya untuk menghargai jerih payah penulisnya. Komentarmu sangat berarti untuk kelanjutan blog sinopsis-dramaasia ini. Boleh request sinopsis juga lho. Request paling banyak nanti akan penulis buat sinopsisnya ^^
Dari luar gerbang dua orang pria sedang mengendalikan dronenya. Mereka berusaha memasukan drone itu ke dalam rumah. Disaat yang sama Kim Min Kyu sedang minum di dapur dan tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca. Min Kyu terkejut dan langsung bersembunyi.
Setelah merasa tidak ada sesuatu yang berbahaya, Min Kyu langsung berlari ke balkon dan berteriak marah "Siapa itu?" Suaranya terdengar sampai ke telinga dua pria asing yang mengendalikan dronenya.
"Dia mendapatkannya! Dia medapatkannya!" Mereka berdua terlihat senang sekali. "Ayo pergi dari sini!"
Sambil membawa panci sebagai senjata, Min Kyu menghampiri asal suara tadi. Dia menemukan drone itu mendarat di atas aquarium miliknya. Ada kantong bertuliskan Daeyang Shipbuilding, Santa Maria di badan drone itu. "Daeyang Shipbuilding?" guman Min Kyu. "Itu adalah perusahaan yang aku ambil ahli dan mau ku jual sekarang."
Min Kyu mengambil kantong itu dan menemukan sebuah usb di dalamnya. Ternyata USB itu berisi video.
"Aji 3 sedang bermain squash." Jelas suara pria di dalam video itu. "Dia memiliki pikiran yang superior, yang bisa melacak benda bergerak dan lintasan. Dia juga mampu bereaksi cukup cepat untuk memukul bola yang bergerak."
"Dokter bukankah terlalu grlap?" terdengar suara pria lain di dalam video itu. "Gelap? Buka tirai!"
"Baik."
Tiba-tiba Aji 3 memukul bola dengan kencang mengenai kamera perekam sampai berubah posisi. Min Kyung langsung terkejut sampai bergerak dari posisinya, seolah-olah bola itu mengenai dirinya.
"Kau baik-baik saja dokter?" Terdengar suara lagi. "Kau baik-baik saja tuan." Aji 3 mendekat ke kamera. "Ya, aku baik-baik saja."
Orang yang di panggil dokter sedari tadi menampakan diri. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Dokter Hong Baek Gyoon. Dia ingin mengundang Min Kyu ke demonstrasi Aji 3, sebuah robot android yang akan mengejutkan dunia. Kemudian dia menunjukan sebuah surat, "Menurut kontrak ini kau adalah pemilik baru Aji 3. Silahkan datang dan berikan 50 juta yang belum terbayar dari 100 juta yang kami janjikan. Dalam 3 detik flash disk ini akan meledak." Min Kyu refleks mengangkat tangannya menutupi wajahnya panik.
"Mungkin saja tidak." Kata Dokter Baek Gyoon ceria. "Apa kau terkejut? Jika kau melihat Aji 3 langsung, kau akan lebih terkejut."
Video itu akhirnya selesai. Min Kyu masih tidak percaya dia adalah pemilik robot itu. Kemudian dia mencari tahu tentang Dokter Baek Gyoon di internet. Sementara Hong Baek Gyoon di tempat kerjanya yakin dia akan mendapatkan kembali statusnya. Dia akan kembali suatu hari nanti.
Min Kyu mendatangi kediaman Dokter Hong Baek Gyoon. Di depan pintu tertulis penelitian santa maria.
Min Kyu mengetuk pintu dengan tongkatnya. Tidak ada yang menjawab atau membuka pintu. Dia baru saja akan menelepon ketika pintu tiba-tiba terbuka sendiri. Min Kyu masuk ke dalam dengan hati-hati. Dia kaget setengah mati ketika pintu di belakangnya tertutup sendiri. "Ya ampun ini menakutkan." Kemudian terdengar suara dari ujung lorong yang gelap. Ada benda yang bergerak datang mendekat. Benda itu mengeluarkan sinar samar.
"Apa yang kau lakukan?" Teriak Min Kyu mundur ketika benda itu makin mendekat.
Benda itu berhenti dan membut emoticon senyum di layarnya. Min Kyu memandang benda itu bingung. Kemudian dia menelepon seseorang meminta penjelasan. " Maksudku, sudah kubilang aku tidak butuh yang lain. Singkirkan semua orang. Aku hanya ingin melihat Aji 3. Apa? Aku harus mengikuti benda ini?" Min Kyu melihat ke arah robot komputer itu. "Ah, benar-benar." Akhirnya Min Kyu mengikuti robot itu.
Di sepanjang lorong Min Kyu melihat banyak kerangka bagian tubuh robot tergantung.
Salah satunya ini. Ketika Min Kyu melihat ini dengan konsentrasi penuh, tiba-tiba matanya menyala dan bergerak. Min Kyu kaget setengah mati sampai beranjak mundur *LOL*.
Akhirnya Min Kyu sampai di sebuah ruangan. Tidak ada siapa-siapa disini.
"Apakah kau Tuan Kim Min Kyu?" Tanya suara perempuan mengejutkannya.
Tiba-tiba benda di belakangnya menyala. Seorang perempuan sudah duduk disana. Perlahan-lahan perempuan itu berjalan mendekati Min Kyu yang ketakutan.
Semakin gadis itu mendekat, semakin Min kyu menjaga jarak. Dia hampir tersandung kakinya sendiri.
Penglihatan gadis itu tidak menemukan adanya informasi tentang Min Kyu.
"Apa kau direktur Kim Min Kyu?" Tanya perempuan itu lagi. "Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Kim Min Kyu masih ketakutan. "Senang bertemu denganmu. Mari berjabat tangan." Perempuan itu mengulurkan tangannya. Kim Min Kyu malah berteriak dan melompat mundur. "Jangan mendekatiku! Menjaulah!"
Perempuan itu menatap Min Kyu bingung. "Menjaulah dariku! Menjaulah dariku! Astaga." Perintah Kim Min Kyu frustasi ketika perempuan itu masih tidak bergeming. "Apa ada orang disini?"
Beberapa pasang mata muncul dari tempat tersembunyi. Mereka heran dengan reaksi Min Kyu. "Kudengar julukannya adalah three part baton. Dia benar-benar memilikinya." Celetuk salah satu.
"Kau tidak ingin berjabat tangan?" Tanya perempuan itu lagi. "Aku minta maaf. Aku akan mulai berhati-hati sekarang."
"Aku bilang tidak boleh ada manusia disini!" Teriak Min Kyu kesal
"Apa aku terlihat seperti manusia?" Tanya perempuan itu. Dokter Hong mengatakan kalau kau semakin berpikir aku adalah manusia, maka semakin baik yang bisa kulakukan. Terima kasih. Tapi aku bukan manusia."
"Apa?" Kata Kim Min Kyu. " Aku Aji 3 robot android yang di buat oleh Dokter Hong Baek Gyoon." Lanjut Aji 3. Kim Min Kyu masih tidak percaya. " Dokter Hong bilang kau menginginkanku. Apa kau menyukaiku?" Aji 3 memiringkan kepalanya dan kemudian mengedip-ngedipkan matanya. Kim Min Kyu tertawa tapi kemudian dia tampak kesal lagi, "Kau berusaha menipuku. Kau berpura-pura menjadi robot. Apa menurutmu aku tidak tahu bedanya?"
Aji 3 tiba-tiba melepas bajunya. Dia akan membuat Min Kyu percaya kalau dia adalah robot.
Bersambung ke sinopsis I'm not A Robot episode 2.
Penulis: sinopsis-dramaasia
Terima kasih telah membaca sinopsis ini. Jika ingin mengcopy paste tulisan ini tolong cantumkan link/sumbernya untuk menghargai jerih payah penulisnya. Komentarmu sangat berarti untuk kelanjutan blog sinopsis-dramaasia ini. Boleh request sinopsis juga lho. Request paling banyak nanti akan penulis buat sinopsisnya ^^

















































No comments:
Post a Comment